Mengulang Kesalahan Yang Sama

Spread the love

Mengulang Kesalahan Yang Sama

Ada seorang penjual topi yg berjalan melintasi hutan. Karena kepanasan, ia berteduh di bawah sebuah pohon dan meletakkan keranjang berisi topi-topi jualannya.

Karena lelah, penjual itu ketiduran dan ketika sadar, ia melihat bahwa keranjangnya telah kosong. Ketika ia melihat ke atas pohon, tampaklah semua monyet memakai topi.

Ia mencari akal bagaimana agar monyet-monyet itu mengembalikan topinya. Iapun mengipas-ngipaskan topinya, dan ternyata monyet-monyet itu hanya mengikuti gerakannya.

Ia mengangkat topinya dan monyet-monyet itu juga melakukan apa yang dilakukannya. Sekarang ia yakin bahwa monyet-monyet itu pasti akan meniru apa yang ia lakukan.

Iapun menjatuhkan topinya dan benar monyet-monyet itu menjatuhkan topi mereka ke tanah sehingga ia bisa memungut kembali topi-topi yang akan dijualnya.

Beberapa tahun kemudian, cucu dari penjual topi itu juga menjadi penjual topi.

Ia telah mendengar cerita tentang monyet-monyet itu dari kakeknya. Suatu hari, persis seperti kakeknya, ia melintasi hutan yang sama. Udara sangat panas, ia beristirahat pada pohon yang sama dan meletakkan keranjang berisi topi-topi di sebelahnya.

Ketika terbangun ia menyadari kalau monyet-monyet telah mengambil semua topinya. Iapun teringat akan cerita kakeknya. Ia mulai menggaruk-garuk kepala dan monyet-monyet itu menirukannya.

Ia melepaskan topinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya dan monyet-monyet juga menirukannya. Kini ia begitu yakin tentang ide kakeknya.

Lalu ia melempar topinya ke tanah.

Tetapi… monyet-monyet itu tidak menirukannya dan tetap memegang erat-erat topi mereka.

Lalu seekor monyet turun dari pohon dan mengambil topi yang dilemparkan cucu pedagang topi itu dan berkata, “Emangnya kamu aja yang punya kakek?”

Moral cerita: JANGAN PERNAH MENGULANG KESALAHAN YANG SAMA DUA KALI.

Sebab yang kedua kali penyelesaiannya akan jauh lebih rumit bila dibandingkan ketika kesalahan yang sama dilakukan di masa lalu.

Dunia selalu berubah. Sebuah cara lama yang pernah dilakukan belum tentu efektif untuk kasus yang sama di masa kini. Untuk itu dibutuhkan kreatifitas yang lebih tinggi untuk menyelesaikan sebuah permasalahan masa kini sekalipun itu sama dengan yang pernah terjadi di masa lalu.


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.